- Filipina : 5 Oktober. Peringatan hari guru (bahasa Tagalog : Arawng mga Guro) ditetapkan tanggal 5 Oktober berdasarkan Perintah Presiden No. 479. Walaupun demikian, hari guru biasanya dirayakan di sekolah-sekolah dasar dan sekolah menengah sekitar bulan september dan oktober.
- Hong Kong : 10 September (hingga 1997 : 28 September).
- India : 5 September. Hari ulang tahun Presiden India Dr. Sarvapalli Radhakrishnan yang juga seorang guru ditetapkan sebagai hari guru. Disekolah-sekolah diadakan perayaan dan murid yang paling senior memaikan peran sebagai guru.
- Indonesia : 25 November. Hari Guru Nasional diperingati bersama hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, dan dirayakan dalam bentuk upacara peringatan disekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas. Guru di Indonesia dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
- Iran : 2 Mei. Peringatan wafatnya Morteza Montahari sebagai martir pada 2 Mei 1979.
- Korea Selatan : 15 Mei. Hari guru dirayakan sejak tahun 1963 di Seoul, dan sejak tahun 1964 di kota Chuncheon. Perayaan ini dimulai oleh sekelompok anggota palang merah remaja yang mengunjungi guru-guru yang sedang sakit dirumah sakit. Perayaan hari guru secara nasional tidak dilangsungkan dari tahun 1973 hingga 1982, dan baru dilanjutkan kembali sejak tahun 1983. Guru menerima hadiah bunga anyelir.
- Malaysia : 16 Mei. Tanggal 16 Mei 1956, Majelis Undang-Undang Persekutuan Tanah Melayu menerima rancangan kurikulum dari laporan Jawatankuasa Pelajaran.
- Pakistan : 5 Oktober.
- RRC : 10 September. Murid-murid biasanya memberikan hadiah balas jasa kepada guru, seperti kartu ucapan dan bunga.
- Singapura : 1 September (hari libur sekolah). Perayaan dilakukan sehari sebelumnya, dan murid-murid dipulangkan lebih awal.
- Taiwan : 28 September (ulang tahun Konfusius.
- Thailand : 16 Januari (sejak 1957).
- Turki : 24 November (sejak 1981)
- Vietnam : 20 November. Hari libur sekolah untuk mengunjungi guru dan mantan guru dirumah masing - masing
Grup Kenthong MIMA NU Karangnangka
MI Ma'arif NU Karangnangka Sedang memeriahkan acara di desa karangnangka. MI Ma'arif NU Karangnangka mempunyai grup kentongan Panji Laras kami bersyukur karena dapat ikut serta dalam acara-acara yang diadakan didesa.
Lomba Siswa KKMI Kec. Kedungbanteng
Foto Ketua KKMI berfoto bersama para pemenang lomba siswa bidang seni. MI Ma'arif NU Karangnangka sebagai tuan rumah mendapatkan beberapa juara diataranya MTQ, Murotal, Pidato B. Arab. Acara ini berlangsung selama satu hari.
Senam Pagi
Setiap hari sabtu siswa-siswi beserta guru melakukan senam bersama. hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan peserta didik agar badan dan otot-otot tubuh tidak kaku. juga meningkatkan kecintaan siswa kepada olah raga.
Rapat Dewan Guru dan Komite
Dewan Guru dan Komite MI Ma'arif NU Karangnangka sedang melakukan rapat dalam rangka evaluasi kegiatan madrasah dan membahas agenda Madrasah ke depan
Kegiatan Pramuka
Dalam rangka mengisi waktu setelah melaksanakan ulangah akhir semester gasal. MI Ma'arif NU Karangnangka mengadakan persami untuk refresing. kegiatan ini walaupun sederhana akan tetapi mempunyai nilai pendidikan dan pembelajaran yang tinggi.
Sunday, February 2, 2014
Hari Guru Negara - Negara di Asia
Friday, November 1, 2013
Pengertian Pembelajaran Tematik
Agar diperoleh gambaran yang lebih jelas berikut ini akan diuraikan ketiga prinsip tersebut :
1. Bersifat kontekstual atau terintegrasi dengan lingkungan
Tuesday, October 15, 2013
Silsilah Sunan Ampel
Silsilah Sunan Ampel diantaranya :
- Sunan Ampel/Raden Rahmat/Sayyid Ahmad Rahmatillah bin
- Maulana Malik Ibrahim/Ibrahim Asmoro bin
- Syaikh Jumadil Qubro/Jamaluddin Akbar Khan bin
- Ahmad Jalaludin Khan bin
- Abdullah Khan bin
- Abdul Malik Al Muhajir bin
- Alawi Ammil Faqih bin
- Muhammad Sohob Mirbath
- Ali Kholi Qosam bin
- Alawi Ast Stasi bin
- Muhammad Sohibus Saumi'ah bin
- Alawi Awwal bin
- Ubaidillah bin
- Ahmad Al Muhajir
- Isa Ar Rumi
- Muhammad An Naqib bin
- Ali Uraidhi bin
- Ja'far Ash Shodiq bin
- Muhammad Al Baqir bin
- Ali Zaenal Abidin bin
- Imam Husai bin
- Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahro binti Muhammad saw
Konsep Dasar PTK
Apa PTK itu?
Apa Tujuan PTK ?
Berdasarkan pengertian di atas, PTK berjuan untuk :
- Memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran
- Membantu memberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran dikelas
- Mendorong guru untuk selalu berfikir kritis terhadap apa yang mereka lakukan sehingga menemukan teori sendiri yang tanpa tergantung teori-teori yang mutlak-mutlak yang bersifat universal yang ditemukan oleh pakar peneliti yang sering kali tidak cocok dengan situasi dan kondisi kelas.
Manfaat yang didapat dari pelaksanaan PTK diantaranya :
- Inovasi pembelajaran (metode, media, evaluasi)
- Pengembangan kurikulum di tingkat kelas dan di tingkat sekolah
- Perbaikan dan atau peningkatan kinerja belajar dan kompetensi siswa
- Peningkatan profesionalisme guru
Karakteristik dan prinsip PTK
Karakteristik PTK
- Masalah yang diteliti adalah real/nyata yang dihadapi sehari-hari didalam kelas yang menjadi kewenangan guru (On The Job Problem Oriented)
- Berorientasi pada pemecahan masalah (Problem Solving Oriented) artinya penelitian tidak menghasilkan pengertian atau pemehaman suatu masalah, tetapi menghasilkan solusi atau pemecahan masalah yang ada.
- Berorientasi pada peningkatan kualitas (Improvement Oriented). Masing-masing komponen yang ada berkembang atau berubah kearah yang lebih baik.
- Berbagai cara pengumpulan data dipergunakan (Multiple data collectio), diantaranya dengan observasi, tes, wawancara, kuisener dan lain-lain.
- Bersifat berulang (Cyclic), artinya tindakan yang dilakukan secara berulang memalui urutan perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observing), dan refleksi (reflekting).
- Adanya kolaborasi dalam pelaksanaannya (collaborative) artinya dalam pelaksanaan tindakan harus bekerja sama dengan teman sejawat yang menjadi pengamat dan menjadi teman untuk evaluasi bersama.
Menurut Hopkins (1993) ada enam prinsip penelitian tindakan kelas, yaitu :
- Tidak mengganggu komitmennya sebagai guru
- Metode pengumpulan data harus tidak mengganggu proses pembelajaran
- Metode peneltitian yang digunakan hendaknya yang dapat menjawab hipotesis
- Masalah yang dipilih hendaknya masalah yang benar-benar mengganggu dan guru berkomitmen untuk mengatasinya
- Guru harus konsisten dan perbaikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran
- Cakupan permasalahan tidak dibatasi pada masalah pembelajaran dikelas, tetapi dapat diperluar pada tataran di luar kelas.
Friday, October 4, 2013
Silsilah Sunan Gresik











