Grup Kenthong MIMA NU Karangnangka

MI Ma'arif NU Karangnangka Sedang memeriahkan acara di desa karangnangka. MI Ma'arif NU Karangnangka mempunyai grup kentongan Panji Laras kami bersyukur karena dapat ikut serta dalam acara-acara yang diadakan didesa.

Lomba Siswa KKMI Kec. Kedungbanteng

Foto Ketua KKMI berfoto bersama para pemenang lomba siswa bidang seni. MI Ma'arif NU Karangnangka sebagai tuan rumah mendapatkan beberapa juara diataranya MTQ, Murotal, Pidato B. Arab. Acara ini berlangsung selama satu hari.

Senam Pagi

Setiap hari sabtu siswa-siswi beserta guru melakukan senam bersama. hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan peserta didik agar badan dan otot-otot tubuh tidak kaku. juga meningkatkan kecintaan siswa kepada olah raga.

Rapat Dewan Guru dan Komite

Dewan Guru dan Komite MI Ma'arif NU Karangnangka sedang melakukan rapat dalam rangka evaluasi kegiatan madrasah dan membahas agenda Madrasah ke depan

Kegiatan Pramuka

Dalam rangka mengisi waktu setelah melaksanakan ulangah akhir semester gasal. MI Ma'arif NU Karangnangka mengadakan persami untuk refresing. kegiatan ini walaupun sederhana akan tetapi mempunyai nilai pendidikan dan pembelajaran yang tinggi.

Showing posts with label Pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label Pembelajaran. Show all posts

Wednesday, May 14, 2014

Creative Problem Solving Dalam Pembelajaran Matematika

Creative Problem Solving Dalam Pembelajaran Matematika. Model Creative problem Solving adalah suatu model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah, yang diikuti dengan penguatan keterampilan. Ketika dihadapkan dengan pertanyaan, siswa dapat melakukan keterampilan memecahkan masalah untuk memilih dan mengembangkan tanggapannya. Tidak hanya dengan cara menghafal tanpa dipikir, keterampilan memecahkan masalah memperluas proses berfikir. (Pepkin, 2004 :1).

Suatu soal yang dianggap sebagai masalah adalah soal yang memerlukan keaslian berfikir tanpa adanya contoh penyelesaian sebelumnya. Masalah berbeda dengan soal latihan. Pada soal latihan, siswa telah mengetahui cara menyelesaikannya, karena telah jelas antara hubungan antara yang diketahui dengan yang ditanyakan, dan biasanya telah ada contoh soal.

pada masalah siswa tidak tahu bagaimana cara menyelesaikannya, tetapi siswa tertarik dan tertantang untuk menyelesaikannya. Siswa menggunakan segenap pemikiran, memilih strategi pemecahannya, dan memproses hingga menemukan penyelesaian dari suatu masalah (suyitno, 2003 : 34)

Adapun langkah-langkah model pembelajaran CPS ini sebagai berikut :
  1. Klarifikasi masalah, klarifikasi masalah meliputi pemberian penjelasan kepada siswa tentang masalah yang diajukan, agar siswa dapat memahami tentang penyelesaian seperti apa yang diharapkan.
  2. Pengungkapan pendapat, pada tahap ini siswa dibebaskan untuk mengungkapkan pendapat tentang berbagai macam stategi penyelesaiannya.
  3. Evaluai dan pemilihan, pada tahap evaluasi dan pemilihan ini, setiap kelompok mendiskusikan pendapat-pendapat atau strategi-strategi mana yang cocok untuk menyelesaikan masalah.
  4. Implementasi, pada tahap ini siswa menentukan strategi mana yang dapat diambil untuk menyelesaikan masalah, kemudian menerapkannya sampai menemukan penyelesaian masalah tersebut (Pepkin, 2004 :2)

Tuesday, May 13, 2014

Pembelajaran Terpadu Melalui Eksta Pramuka

Pembelajaran Terpadu Melalui Eksta Pramuka. Akhir-akhir ini ramai dalam dunia pendidikan tentang pembelajaran tepadu. Melalui kurikulum 2013 pemerintah juga mencoba menggunakan sistem pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu sudah banyak digunakan di sekolah-sekolah terpadu. Sebenarnya kalau kita amati bahkan pada ekstrakurikuler pramuka sistem pembelajarannya terpadu dan sangat rapi dalam konsepnya sehingga merangkum semua aspek pribadi siswa.
Mari kita telaah sedikit Pembelajaran Terpadu Melalui Ekstra Pramuka :
Dari kurikulumnya, pramuka mempunyai kurikulum yang jelas untuk tiap jenjang tingkatan dimulai dari siaga, penggalang, penegak, dan pandega, semua terdapat dalam SKU (Syarat kecakapan umum), TKU (tanda kecakapan umum, dan TKK (tanda kecakapan khusus). Untuk dapat menjadi dapat naik kejenjang selanjutnya seorang anggota pramuka harus melalui uji SKU atau SKK, TKU atau TKK bahkan anggota dikatakan resmi lulus uji jika ia telah dilantik oleh pembinanya. Ujian tersebut melalui pengetahuan, praktek, dan pengamalan sehari-hari.

Dari Segi materi, pramuka juga mempunyai keterkaitan dengan materi pelajaran sebagai contoh pada mata pelajaran matematika di pramuka ada materi menaksir tinggi, menaksir lebar, bukan hanya teori tetapi juga praktek, pada mata pelajaran IPA tumbuh-tumbuhan, pada materi pramuka juga ada materi mengenal jenis-jenis tumbuhan yang ada disekitar yang dapat dimanfaatkan dan yang dapat merugikan atau berbahaya, pada materi PKN juga terdapat dalam pramuka karena pramuka mengajarkan tentang sejarah dan struktur pemerintahan, pada pelajaran olah raga terdapat materi gerak dasar jalan, lari, lompat, berkemah dan lainnya hal itu juga diajarkan dalam kegiatan pramuka seperti PBB, dan berkemah, dan masih banyak mata pelajaran yang mempunyai keterkaitan dengan pramuka. memang tidak selengkap mata pelajaran akan tetapi dapat mendukung dan menambahwah wawasan siswa kegiatan pramuka.

Jika diteliti lebih mendalam lagi kegiatan pramuka mempunyai nilai yang sangat baik bagi tercapainya tujuan pembelajaran.

Wednesday, April 23, 2014

Aliran-Aliran Dalam Pendidikan

Aliran-Aliran Dalam Pendidikan. Dalam dunia pendidikan kita mengenal tiga macam aliran pendidikan yaitu aliran nativisme, aliran empirisme, dan aliran convergensi. aliran pendidikan penting kita ketahui karena aliran-aliran pendidikan ini membahas bagaimana pengaruh gen atau keluarga, pengaruh lingkungan bagi perkembagan anak didik dalam pembelajaran. Mari kita bahas aliran-aliran pendidikan tersebut.
  1. Aliran nativisme yang dipelopori oleh Schopenhauer. Beliau mengatakan bahwa bakat mempunyai peranan yang penting. Tidak ada gunanya orang mendidik kalau bakat anak memang jelek. Sehingga pendidikan diumpamakan "merubah emas menjadi perak" jadi suatu hal yang tidak mungkin. Kalimat tersebut mungkin masih sulit dipahami, maksudnya aliran nativisme ini berpendapat bahwa faktor genetik yang diwariskan oleh orang tua baik barupa bakat, sifat, atau kemampuan menjadi faktor penentu keberhasilan dalam pendidikan. Seseorang akan mudah diarahkan atau dididik apabila dia telah mewarisi perlaku baik, seseorang akan mudah diajar musik misalnya apabila dia telah memiliki bakat bermain musik karena orang tuanya seorang musisi dan sebaliknya seseorang akan sulit diajar musik misalkan apabila dia tidak punya bakat musik yang diwariskan oleh orang tua. Singkatnya pengaruh keluarga dalam proses pendidikan sangat penting.
  2. Aliran empirisme yang dipelopori oleh John Locke. Beliau mengatakan bahwa pendidikan itu perlu sekali. Teori ini terkenal dengan teori tabularasa. yang artinya anak lahir diumpamakan sebagai kertas putih bersih dan tergantung kepada yang menulis, siapa yang menulis? tentu saja pendidik. Jadi anak akan dijadikan apa saja tergantung daripada pendidiknya. Disini kelihatan betapa pentingnya pendidikan itu. Lebih lanjut saya ulas bahwa, aliran empirisme ini mencoba mengungkapkan seseorang bisa dirubah melalui pendidikan, bagaimanapun latar belakang seseorang itu asal mendapatkan pengarahan dan pendidikan yang baik, maka anak itu bisa menjadi baik, aliran ini juga mencoba menjelaskan bahwa pengaruh lingkungan sangat berpengaruh bagi perkembangan kedewasaan seseorang, dia akan menjadi baik manakala lingkungan sekitarnya baik, atau dia akan menjadi buruk manakala lingkungan sekitarnya buruk. Jadi aliran ini beranggapan bahwa bukan faktor genetik atau keturunan yang berpengaruh pada pendidikan seseorang akan tetapi faktor lingkungan.
  3. Aliran convergensi yang dipelopori oleh Wiliam Stern. Aliran ini mengakui kedua duanya pendidikan itu perlu sekali, tetapi semua ini terbatas karena bakat daripada anak didik. Aliran ini mencoba menggabungkan dua aliran diatas yaitu aliran nativisme dan aliran empirisme. sehingga dapat disimpulkan aliran convergensi beranggapan bahwa manusia dalam proses pendidikan dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor genetic dan faktor lingkungan. Bakat atau keterampilan seseorang tidak akan berkembang tanpa adanya proses pendidikan atau lingkungan yang mendukung, begitu pula manusia akan lambat untuk menyerap suatu keterampilan apabila dia memang tidak mempunyai bakat.

Friday, April 4, 2014

Pengertian Media Pembelajaran Menurut Para Ahli

Pengertian Media Pembelajaran Menurut Para Ahli. Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.
Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.

Posisi media pembelajaran. Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran
Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Menurut Edgar Dale, dalam dunia pendidikan, penggunaan media pembelajaran seringkali menggunakan prinsip Kerucut Pengalaman, yang membutuhkan media seperti buku teks, bahan belajar yang dibuat oleh guru dan “audio-visual”.
Ada beberapa jenis media pembelajaran, diantaranya :
  1. Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
  2. Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
  3. Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
  4. Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
Pada hakikatnya bukan media pembelajaran itu sendiri yang  menentukan hasil  belajar. Ternyata keberhasilan menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar tergantung pada (1) isi pesan, (2) cara menjelaskan pesan, dan (3) karakteristik penerima pesan. Dengan demikian dalam memilih dan menggunakan media, perlu diperhatikan  ketiga faktor tersebut. Apabila ketiga faktor tersebut mampu disampaikan dalam media pembelajaran tentunya akan memberikan hasil yang maksimal.
Tujuan menggunakan media pembelajaran :
Ada beberapa tujuan menggunakan media pembelajaran, diantaranya yaitu :
-          mempermudah proses belajar-mengajar
-          meningkatkan efisiensi belajar-mengajar
-          menjaga relevansi dengan tujuan belajar
-          membantu konsentrasi mahasiswa
-          Menurut Gagne : Komponen sumber belajar yang dapat merangsang siswa untuk belajar
-          Menurut Briggs : Wahana fisik yang mengandung materi instruksional
-          Menurut Schramm : Teknologi pembawa informasi atau pesan instruksional
-          Menurut Y. Miarso : Segala sesuatu yang dapat merangsang proses belajar siswa
Tidak diragukan lagi bahwa semua media itu perlu dalam pembelajaran. Kalau sampai hari ini masih ada guru yang belum menggunakan media, itu hanya perlu satu hal yaitu perubahan sikap. Dalam memilih media pembelajaran, perlu disesuaikan dengan kebutuhan, situasi dan kondisi masing-masing. Dengan perkataan lain, media yang terbaik adalah media yang ada. Terserah kepada guru bagaimana ia dapat mengembangkannya secara tepat  dilihat dari isi, penjelasan pesan dan karakteristik siswa untuk menentukan media pembelajaran tersebut.

Friday, February 21, 2014

Cara Belajar Yang Efektif

Cara Belajar Yang Efektif . Dalam proses pembelajaran seorang guru dapat melatih siswanya agar dapat belajar yang cepat, efektif, dan dapat memperoleh hasil yang baik. berikut ini ada beberapa cara belajar yang efektif diataranya sebagai berikut :
1. Belajar dengan kata-kata. Cara ini bisa kita mulai dengan mengajak seorang teman yang senang bermain dengan bahasa, seperti bercerita dan membaca serta menulis. Cara belajar ini sangat menyenangkan karena membantu kita mengingat nama, tempat, tanggal, dan hal-hal lainnya dengan cara mendengar kemudian menyebutkannya.
2. Belajar dengan pertanyaan. Bagi sebagian orang, belajar makin efektif dan bermanfaat bila itu dilakukan dengan cara bermain dengan pertanyaan. Misalnya, kita memancig keingintahuan dengan berbagai pertanyaan. Setiap kali muncul jawaban, kejar dengan pertanyaan, hingga didapatkan hasil akhir atau kesimpulan.
3. Belajar dengan gambar. Ada sebagian orang yang lebih suka belajar dengan membuat gambar, merancang, melihat gambar, slide, video, atau film. Orang yang memiliki kegemaran ini, biasa memiliki kepekaan tertentu dalam menangkap gambar atau warna, peka dalam membuat perubahan, merangkai dan membaca kartu.
4. Belajar dengan musik. Detak irama, nyanyian, dan mungkin memaikan salah satu instrumen musik, atau selalu mendengarkan musik. Ada banyak orang yang suka mengingat beragam informasi dengan cara mengingat notasi atau melodi musik. Ini yang disebut dengan ritme hidup. Mereka berusaha mendapatkan informasi terbaru mengenai beragam hal dengan cara mengingat musik atau notasi kemudian bisa membuatnya mencari informasi yang berkaitan dengan itu. Misalnya mendengarkan lagu jazz, lalu tergelitik bagaimana lagu itu dibuat, siapa yang membuat, dimana, dan pada saat seperti apa lagu itu muncul. Informasi yang mengiringi lagu itu, bisa saja tak sebatas cerita tentang musik, tapi juga manusia, teknologi, dan situasi sosial politik pada kurun waktu tertentu.
5. Belajar dengan bergerak. Gerak manusia, menyentuh sambil berbicara dan menggunakan tubuh untuk mengekspresikan gagasan adalah salah satu cara belajar yang menyenangkan. Mereka yang biasanya mudah memahami atau menyerap informasi dengan cara ini adalah kalangan penari, olah ragawan. Jadi jika anda termasuk kelompok yang aktif, tak ada salahnya mencoba belajar sambil melakukan beragam aktivitas menyenangkan seperti menari atau berolah raga.
6. Belajar dengan bersosialisasi. Bergabung dan membaur dengan orang lain adalah cara terbaik mendapatkan informasi dan belajar secara cepat. Dengan berkumpul, kita bisa menyerap berbagai informasi terbaru secara cepat dan mudah memahaminya. Dan biasanya informasi yang didapat dengan cara ini akan lebih lama terakam dalam ingatan.
7. Belajar dengan kesendirian. Ada sebagian orang yang gemar melakukan segala sesuatunya, termsuk belajar dengan menyepi. Untuk mereka yang seperti ini, biasanya suka tempat yang tenang dan ruang yang terjaga privasinya. Jika anda termasuk orang seperti ini maka memiliki kamar pribadi sangat membantu anda bisa belajar dengan tenang secara mandiri,

20 Sikap Guru Dalam Proses Pembelajaran

20 Sikap Guru Dalam Proses Pembelajaran. berikut ini ada 20 sikap yang harus dimiliki oleh seorang guru diataranya sebagai berikut :
1. Memiliki kadar pengetahuan yang luas dan terkini khususnya mata pelajaran yang menjadi spesialisnya
2. Berpengalaman mengajar
3. Ucapannya jelas
4. Antusias
5. Peduli
6. Ceria dan santai
7. Siap bekerja sama dengan guru lain maupun orang tua siswa
8. Berniat memperbaiki kecakapan mengajarnya dan memajukan ilmu pendidikannya
9. Kelasnya secara sturktural teratus baik, utnuk memaksimalkan waktu mengajar
10. Menempelkan atauran pada dinding kelas
11. Menempelkan karya semua siswa di dinding kelas
13. Menjaga waktu transisi sedikit mungkin
14. Masuk kelas dalam kondisi siap.
15. Dorongan positif
16. Memonitor dan menganangi gangguan kecil di kelas
17. Suka berkeliling
18. Mendisiplinkan siswa secara adil dan wajar
19. Menyampaikan harapan akademis yang tinggi
20. Mengajar berdasarkan teori dan praktek pendidikan yang kuat

Friday, November 1, 2013

Pengertian Pembelajaran Tematik

Pengertian Pembelajaran tematik dapat diartikan suatu kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikan materi beberapa pelajaran dalam satu tema atau topik pembahasan. Sutirjo dan Sri Istuti Mamik (2004:6) menyatakan bahwa pembelajaran tematik merupakan suatu usaha untuk mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, nilai atau sikap pembelajaran, serta pemikiran yang kreatif dengan menggunakan tema.

Dari pernyataan tersebut diatas dapat ditegaskan bahwa pembelajaran tematik dilakukan dengan maksud sebagai upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan, terutama untuk mengimbangi padatnya materi kurikulum. Disamping itu pembelajaran tematik akan memberi peluang pembelajaran terpadu yang lebih menekankan pada partisipasi atau keterlibatan siswa dalam belajar. Keterpaduan dalam pembelajaran ini dapat dilihat dari aspek proses dan waktu, aspek kurikulum, dan aspek belajar mengajar.

Dalam menerapkan dan melaksanakan pembelajaran tematik, ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan yaitu : (1) Bersifat terintegrasi dengan lingkungan, (2) bentuk belajar dirancang agar siswa menemukan tema, dan (3) efisiensi.

Agar diperoleh gambaran yang lebih jelas berikut ini akan diuraikan ketiga prinsip tersebut :

1. Bersifat kontekstual atau terintegrasi dengan lingkungan 
Pembelajaran yang dialukan perlu dikemas dalam format keterkaitan, maksudnya pembehasan suatu topik dikaitkan dengan kondisi yang dihadapi siswa atau ketika siswa menemukan masalah dan memecahkan masalah yang nyata dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari dikaitkan dengan topik yang dibahas
2. Bentuk belajar harus direncanakan
Bentuk belajar harus dirancang agar siswa sungguh-sungguh untuk menemukan tema pembelajaran yang riil sekaligus mengaplikasikannya. Dalam melakukan pembelajaran tematik siswa didorong untuk mampu menemukan tema-tema yang benar-benar sesuai dengan kondisi siswa, bahkan dialami siswa.
3. Efisiensi

Pembelajaran tematik memiliki nilai efisiensi antara lain dalam segi waktu, beban materi, metode, penggunaan sumber belajar yang otentik sehingga dapat mencapai ketuntasan kompetensi secara tepat.

Tuesday, October 15, 2013

Silsilah Sunan Ampel

Sunan Ampel pada masa kecilnya bernama Raden Rahmat, dan diperkirakan lahir pada tahun 1401 di Champa. Ada dua pendapat mengenai lokasi Champa ini. Ensyclopedia Van Nederlandesh Indie mengatatakn bahwa Champa adalah satu negeri kecil yang terletak di Kamboja. Pendapat lain, Raffles menyatakan bahwa Champa terletak di Aceh yang kini bernama Jeumpa. Menurut beberapa riwayat, orang tua sunan ampel adalah Makhdum Ibrahim (menantu raja Champa, ipar Dwarawati) alias Haji Bong Tak Keng (anak buah Sam Po Bo) yang menjafi Kapten Tionghoa (Suku Hui beragama islam bermadzhab Hanafi) di Champa. Dalam catatan Kronik cina dari Klenteng Sam Po Kong, Sunan Ampel dikenal sebagai Bong Swi Hoo. sedangkan yang mulia Ma Hong Fu (Kyai Bantong) menantu Bong Tak Keng ditempatkan sebagai duta besar Tiongkok di pusat kerajaan Majapahit. Puteri dari Kyai Bantong menikah dengan Prabu Brawijaya. Sayyid Rahmat merupakan keponakan dari Putri Champa permaisuri Prabu Brawijaya.

Raden Rahmat dan Raden Santri adalah anak Makhdum Ibrahim alias Haji Bong Tak Keng keturunan suku Hui dari Yunan yang merupakan percampuran bangsa Han/Tionghoa dengan bangsa Asia Tengah (Samarkand). Raden Rahmat, Raden Santri dan Raden Burereh ( cucu Raja Champa) pergi ke Majapahit mengunjungi bibi mereka Dwarawati yanh menjadi permaisuri raja Brawijaya.

Menurut Hikayat Banjar dan Kotawaringin, nama asli Sunan Ampel adalah Raja Bungsu, anak Sultan Pasai. Beliau datang ke Majapahit menyusul/menengok kakaknya yang diambil isteri oleh Raja Majapahit. Raja Majapahit saat itu bernama Dipati Hangrok dengan Mangkubuminya Patih Maudara. Dipati Hangrok telah memerintahkan menterinya Gagak Baning melamar Putri Pasai dengan membawa sepuluh buah perahu ke Pasai. Sebagai Kerajaan Islam, mulanya Sultan Pasai keberatan jika putrinya dijadikan isteri Raja Majapahit, tetapi karena takut binasa kerajaannya akhirnya putri tersebut diberikan juga. Putri Pasai dengan raja Majapahit memperoleh anak laki-laki. Karena rasa sayangnya kepada putri Pasai melarang raja Bungsu pulang ke Pasai. Sebagai ipar Raja Majapahit Raja Bungsu kemudian meminta untuk tanah untuk menetap diwilayah pesisir yang dinamakan Ampelgading. Anak laki-laki dari putri pasai dengan raja majapahit tersebut kemudian dinikahkan dengan  raja Bali. Anak dari puteri puteri pasai tersebut wafat ketika istrinya putri dari raja Bali mengandung tiga bulan karena dianggap akan membawa celaka bagi negeri tersebut, maka ketika lahir bayi tersebut dihanyutkan ke laut, ketapi kemudian dapat dipungut dan dipelihara oleh Nyai Sutapinatih, kelak disebut Pangeran Giri. Kelak ketika terjadi huru-hara di ibukota Majapahit Putri Pasai pergi ke tempat adiknya Raja Bungsu di Ampelgading.

Penduduk desa-desa sekitar memohon untuk dapat masuk islam kepada Raja Bungsu, tetapi Raja Bungsu sendiri merasa perlu meminta ijin terlebih dahulu kepada Raja Majapahit tentang proses islamisasi tersebut. Akhirnya Raja Majapahit berkenan memperbolehkan penduduk untuk beralih kepada agama islam. Petinggi daerah Jipang menurut aturan dari Raja Majapahit secara rutin menyerahkan hasil bumi kepada Raja Bungsu. Petinggi Jipang dan keluarga masuk islam. Raja Bungsu beristrikan puteri dari daerah Jipang tersebut, kemudian memperoleh dua orang anak yang tertua seorang perempuan diambil sebagai isteri oleh Sunan Kudus, sedang yang laki-laki sebagai Pangeran Bonang. Raja Bungsu sendiri disebut sebagai Pangeran Makhdum.

Silsilah Sunan Ampel diantaranya :
  1. Sunan Ampel/Raden Rahmat/Sayyid Ahmad Rahmatillah bin
  2. Maulana Malik Ibrahim/Ibrahim Asmoro bin
  3. Syaikh Jumadil Qubro/Jamaluddin Akbar Khan bin
  4. Ahmad Jalaludin Khan bin
  5. Abdullah Khan bin
  6. Abdul Malik Al Muhajir bin
  7. Alawi Ammil Faqih bin
  8. Muhammad Sohob Mirbath 
  9. Ali Kholi Qosam bin
  10. Alawi Ast Stasi bin
  11. Muhammad Sohibus Saumi'ah bin
  12. Alawi Awwal bin
  13. Ubaidillah bin
  14. Ahmad Al Muhajir
  15. Isa Ar Rumi
  16. Muhammad An Naqib bin
  17. Ali Uraidhi bin
  18. Ja'far Ash Shodiq bin
  19.  Muhammad Al Baqir bin
  20. Ali Zaenal Abidin bin
  21. Imam Husai bin
  22. Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahro binti Muhammad saw
Ditulis Oleh : Aris Hidayat, S.Pd.I

Friday, October 4, 2013

Silsilah Sunan Gresik

Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahin (wafat 1419 M/882 H) adalah nama salah seorang Wali Songo yang dianggap pertama kali menyebarkan agama Islam di tanah Jawwa. Ia dimakamkan di desa Gapura, kota Gresik, Jawa Timur.

Tidak terdapat bukti sejarah yang meyakinkan mengenai asal keturunan Maulana Malik Ibrahim, meskipun disepakati bahwa ia bukanlah orang asli Jawa. Sebutan Syekh Maghribi yang diberikan masyarakat padanya, kemungkinan menisbatkan asal keturunannya Maghribi, atau Maroko di Afrika Utara.

Babad tanah Jaei versi J.J Meinsma menyebutkan dengan nama Makhdum Ibrahin as Samarqandy, yang mengikuti penguapan lidah Jawa menjadi Syekh Ibrahim Asmarakandi. Ia memperkirakan bahwa Maulana Malik Ibrahim lahir di Samarkand. Asia Tengah pada paruh awal abad 14.

Dalam keterangannya pada buku The History Of Java mengenai asal mula dan perkembangan kota Gresik, Raffles menyatakan bahwa menurut penuturan para penulis lokal, " Maulana Ibrahim, seorang Pandita terkenal berasal dari Arabia, keturunan dari Jenal Abidin, dan sepupu Raja Chermen (Sebuah negara Sabrang) telah menetap bersama para Mahomedans lainya di Desa Leran di Janggala."

Namun demikian, kemungkinan pendapat yang terkuat adalah berdasarkan pembacaan J.P. Moquette atas baris kelima tulisan pada prasasti makamnya di desa Gapura Wetan, Gresik, yang mengindikasikan bahwa ia berasal dari Kshan, Suatu tempat di Iran sekarang.

Terdapat beberapa pendapat mengenai silsilah Maulana Malik Ibrahim, Ia pada umumnya dianggap merupakan keturunan Rasulullah Saw, melalui jalur Husain bin Ali, Ali Zaenal Abidin, Muhammad Al Baqir, Ja'far Ash Shadiq, Ali Al Uraidhi, Muhammad Al Naqib, Isa Ar Rumi, Ahmad Al Muhajir, Ubadullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi Ast Stani, Ali Khali Qasam, Muhammad Shahib Mirbath, Alwi Ammi Al Faqih, Abdul Malik (Ahmad Khan), Abdullah (Al Azhamat) Khan, Ahmad Syah Jalal, Jamaluddin Akbar Al Husain (Maulana Akbar), dan Maulana Malik Ibrahim.

Demikian Sejarah singkat silsisal Sunan Gresik apabila ada kesalahan kami mohon maaf.
Ditulis Oleh : Aris Hidayat, S.Pd.I

Friday, June 14, 2013

Ruang Lingkup Sentra Ibadah di TK

Melanjutkan dari postingan terdahulu tentang pengertian sentra ibadah sekarang kami melanjutkan tentang ruang lingkup materi sentra ibadah

Ruang lingkup sentra ibadah secara garis besar terbagi atas :
  1. Aplikatif : pada dataran aplikatif ruang lingkupnya mulai dari kegiatan anak bangun tidur sampai mereka tidur kembali. Dapat dirinci lebih lanjut seperti : do'a bangun tidur, do'a masuk dan keluar kamar mandi, do'a ketika mau mengenakan pakaian, do'a bercermin, do'a sebelum dan sesudah makan dan lain-lain sampai do'a ketika mereka akan tidur malam. Pengetahuan nilai-nilai agama bersifat aplikatif dan berkategori praktek diantaranya : aturan memberi salam kepada kedua orang tua dan sesama manusia, aturan masuk tempat ibadah, khusus untuk TK islam yaitu praktek wudhu, sikap berdo'a, praktek shalat, praktek adzan dan iqomat dan lain sebagainya
  2. Enjoyeble : adapun materi yang bersifat enjoyeble diantaranya meteri pengembangan nilai-nilai agama yang bersifat sejarah atau cerita seperti cerita para malaikat, para nabi, para sahabat nabi dan sebagainya, sosiodrama tentang kisah-kisah keagamaan, pesan-pesan ajaran agama yang disajikan dengan bernyanyi atau lagu, praktek-praktek dengan bermain sebagai pengantarnya dan sebagainya.
  3. Mudah ditiru : Kualitas dan kuantitas materi pelajaran nilai-nilai agama, juga menjadi salah satu pertimbangan para guru dan orang tua, agar materi yang disajikan dapat dilakukan atau dipraktekkan sesuai kemampuan anak. Kurangnanya pertimbangan terhadap hal tersebut, akan mengakibatkan munculnya pembelajaran yang sia-sia atau kurang bermakna bagi anak itu sendiri. Pilihlah atau tentukanlah materi pembelajaran nilai-nilai agama yang sesuai dengan kemampuan fisik anak, dan karakter lahiriah anak. Hindari penyajian materi yang menyusahkan dan membuat anak malas untuk mengikutinya. Ruang lingkup tentang hal tersebut dapat diberikan seperti praktek peribadatan yang ringan seperti sikap berdo'a, sikap bersalaman, sikap makan, dan sebagainya

Friday, June 7, 2013

Pengertian Sentra Ibadah di Taman Kanak-Kanak

Sentra menurut kamus Bahasa Indonesia adalah pusat atau suatu yang dianggap sebagai pusat. Sedangkan Ibadah adalah perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah SWT, yang didasari ketaatan mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. (Depdiknak, 2007:415)

Sentra Ibadah adalah pusat kegiatan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar. Integrasi pendidikan agama yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anak sebagai karunia dari Allah SWT. Setiap sentra memiliki tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Oleh karena itu dalam merancang dan menata kegiatan bermain yang bermutu, seorang guru harus memperhatikan proses perkembangan anak baik dari segi materi, kegiatan, bahan-bahan, dan alat-alat bermain.

Pada setiap sentra, untuk setiap anak dikembangkan aspek perkembangan yaitu : nilai-nilai agama, kognisi, afeksi, bahasa, sosial, seni dan psikomotor.

Ruang Lingkup Sentra Ibadah menunggu updade salanjutnya : terima kasih.

Sunday, June 2, 2013

Prestasi Yang Pernah Diraih Oleh Siswa

Prestasi tersebut diantaranya:
Juara Jenis Lomba Tahun Jenis Kegiatan
III Tartil Qur'an 2007 MTQ Tingkat Kecamatan SD/MI
I MTQ Putri 2009 Porseni KKMI
I Catur Putri 2009 Porseni KKMI
II Bulutangkis Ganda Putra 2009 Porseni KKMI
III Tenis Meja Tunggal Putri 2009 Porseni KKMI
III Loncat Tinggi Putra 2009 Porseni KKMI
III Pidato Bahasa Jawa 2009 Porseni KKMI
III Loncat Jauh Putri 2009 Porseni KKMI
II MTQ Putra 2009 Porseni KKMI
I Bulu Tangkis Putri 2009 Porseni KKMI
II Pidato Bahasa Inggris 2009 Porseni KKMI
I Bulu Tangkis Ganda Putri 2009 Porseni KKMI
I Tenis Meja Putra 2009 Porseni KKMI
I Kaligrafi Putri 2009 Porseni KKMI
II Bulu Tangkis Ganda Putri 2009 Porseni KKMI
III MTQ Putra 2009 Porseni KKMI
II MTQ Putri 2011 MTQ Kecamatan Tingkat SD/MI
II Sepak Takraw 2012 Porseni KKMI
III Senam ABI 2012 HAB Kemenag
I Cerdas Cermat 2012 Porseni KKMI
I Catur Putri 2012 Porseni KKMI
III Bulu Tangkis Putra 2012 Porseni KKMI
III Bulu Tangkis Putri 2012 Porseni KKMI
III Olimpiade B. Indonesia 2012 HAB Kemenag
I Olimpiade B. Indonesia Putra 2013 HUT Mts Ma'arif Kedungbanteng
I MTQ Putri 2013 Axioma Tingkat KKMI
II MTQ Putra 2013 Axioma Tingkat KKMI
III Pidato B. Indonesia 2013 Axioma Tingkat KKMI

Monday, May 27, 2013

Peran Metode Dalam Pembelajaran

Metode secara etimologi atau bahasa berasal dari bahasa Yunani "metodos" yang terdiri dari dua suku kata "metha" yang berarti melalui atau melewati dan "hodos" yang berarti jalan atau cara. Metode adalah jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan. (Arif Armai, 2002:40).

Sedangkan menurut Poerwadarminta metode adalah cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud. (W.J.S. Poerwardaminta, 1976:649).

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. (UU Sisdiknas, 2003:400)

Jadi metode pembelajaran dapat diartikan suatu cara yang telah terpikir secara teratur yang digunakan pada proses pembelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran.

Menurut Tb. Bachtiar Rivai yang dikutip oleh Engkoswara mengemukakan 5 prinsip dalam memilih metode mengajar :
  1. Asas kemajuan berkelanjutan (continous progress) yang artinya memberi kemungkinan kepada murid untuk mempelajari sesuatu sesuai dengan kemampuannya.
  2. Penekanan pada belajar sendiri, artinya anak-anak diberi kesempatan untuk mempelajari dan mencari sendiri bahan pelajaran lebih banyak lagi dari pada yang diberikan oleh guru.
  3. Bekerja secara team, dimana anak-anak dapat mengerjakan sesuatu pelajaran yang memungkinkan anak untuk bekerja sama.
  4. Multidisipliner, artinya memungkinkan anak-anak untuk mempelajari sesuatu dengan meninjau dari berbagai sudut pandangan atau ilmu.
  5. Fleksibel, artinya dapat dilakukan menurut keadaan dan keperluan. (Engkoswara, 1988:46)
Untuk itu metode memiliki peran penting dalam proses pembelajaran. Peran metode dalam pembelajaran diantaranya :
  1. Sebagai pedoman bagi guru dalam perencanaan pembelajaran
  2. Sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran
  3. Sebagai salah satu cara agar pembelajaran berlangsung secara menyenangkan
  4. Sebagai salah satu cara agar dengan pemilihan metode yang tepat materi pembelajaran dapat diterima oleh siswa dengan baik.
  5. Sebagai bahan untuk menilai ketuntasan hasil belajar dengan menggunakan suatu metode atau pemilihan sebuah metode pembelajaran
Syarat pemilihan metode pembelajaran :
  1. Melihat pada materi yang akan disampaikan sehingga dapat menggunakan metode yang tepat
  2. Melihat situasi dan kondisi
  3. Memperkirankan tingkat efektivitasnya dan efisiensi dalam proses pembelajaran
  4. Menguasai metode yang akan dipakai dalam proses pembelajaran
  5. Disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai dalam proses pembelajaran

Wednesday, May 22, 2013

Pembangunan Karakter Melalui Kegiatan Pramuka

Gerakan Pramuka adalah salah satu organisasi resmi yang kepengurusannya sampai ketingkat presiden. Pramuka Menjadi salah satu Ekstrakurikuler wajib disetiap sekolah dan disetiap jenjang, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi meskipun diperguruan tinggi tidak menjadi ekstrakurikuler kampus yang wajib namun peminatnya cukup banyak.

Selain itu Gerakan Pramuka juga tidak hanya bergerak disekolah-sekolah saja akan tetapi juga bergerak dalam kegiatan-kegiatan lain seperti dalam ke SAKA-an, contohnya pramuka yang berada dibawah naungan kepolisian disebut Saka Bhayangkara, Pramuka yang berada dibawah naungan Departemen Penerbangan disebut Saka Dirgantara, Pramuka yang berada dibawah naungan TNI disebut Saka Wirakartika, Pramuka yang berada dibawah naungan Dinas Kesehatan disebut Saka Bakti Husada, Pramuka yang berada dibawah naungan Dinas Kehutanan disebut Saka Taruna Bumi dll. 

Hal tersebut membuktikan bahwa eksistensi gerakan pramuka dalam setiap bidang pendidikan memang tidak pernah surut. Melalui kegiatan pramuka peserta didik dalam memperoleh kemandirian, memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, rela menolong dll. Selain itu melalui kegiatan pramuka peserta didik menjadi manusia yang terampil, cekatan, sigap, tangkas dan trengginas. Untuk itu pramuka menjadi sebuah wahana atau wadah untuk mengembangkan bakat dan minat peserta didik dan juga menyenangkan.

Kegiatan Pramuka perlu dilaksanakan secara terus menerus karena kegiatan pramuka berkaitan erat dengan mata pelajaran-mata pelajaran disekolah. Dalam gerakan pramuka diajarkan baris berbaris, berkemah, penjelajahan materi pramuka ini sejalan dengan pelajaran Penjaskes. Dalam gerakan pramuka diajarkan menaksir tinggi, menaksir lebar, manaksir berat hal ini sejalan dengan materi pelajaran matematika. Dalam Pramuka diajarkan tentang kompas dan arah serta petunjuk. hal ini sejalan dengan pelajaran IPA. Dalam Pramuka diajarkan tentang kode-kode rahasia yaitu sandi dan semaphore hal ini sejalan dengan pelajaran IPS ataupun PKN. Didalam gerakan pramuka peserta didik diajarkan untuk Takwa terhadap Tuhan YME, Cinta alam, saling menolong dan sebagainya yang tertuang dalam Dhasa Dharma Pramuka. Tujuan dari materi kepramukaan yang ada pada intinya adalah pembangunan carakter (Caracter Building).

Yang Lebih dalam kegiatan pramuka peserta didik bukan hanya dituntut untuk hafal, akan tetepi selain harus hafal, juga dapat mempraktekkannya dan mengerti maksudnya. sehingga mental yang akan dibangun pada peserta didik dalam gerakan pramuka adalah mental yang dilandasi iman dan takwa, jiwa dan raga yang kuat dan tangguh, dan memiliki kesadaran kebangsaan dan sosial yang tinggi.

 

Tuesday, May 21, 2013

Kompetensi Guru Sebagai Pendidik Yang Baik

Analisis Kompetensi guru :
Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 28 bahwa: Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.
Kompetensi guru menurut Surya dalam Kunandar (2007:55) meliputi :
  1. Kompetensi intelektual,yaitu berbagai perangkat pengetahuan yang ada dalam diri individu yang diperlukan untuk menunjang berbagai aspek kinerja sebagai guru. 
  2. Kompetensi fisik yaitu perangkat kemampuan fisik yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas sebagai guru dalam berbagai situasi.
  3. Kompetensi pribadi, yaitu perangkat perilaku yang berkaitan dengan kemapuan individu dalam mewujudkan dirinya sebagai pribadi yang mandiri untuk melakukan transformasi diri, identitas diri, dan pemahaman diri.
  4. Kompetensi sosial, yaitu perangkat perilaku tertentu yang merupakan dasar dari pemahaman diri sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari lingkungan social serta tercapainya interaksi social secara efektif.
  5. Kompetensi spiritual, yaitu pemahaman, penghayatan, serta pengalaman kaidah-kaidah keagamaan.
Menurut Undang-Undang RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, untuk dapat menjadi guru yang profesional seseorang harus memiliki empat kompetensi, yakni kompetensi pedogagik, kompetensi kepibadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
Kompetensi kepribadian adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasi berbagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi profesional merupakan penguasan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, mencakup penguasaan materi kurikulum pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadapa struktur dan metodologi keilmuannya. Sedangkan kompetensi social merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik , sesama peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Menurut Kunandar (2007:56) untuk dapat menjadi seorang guru yang memiliki kompetensi, maka diharuskan memiliki kemampuan untuk mengembangkan tiga aspek kompetensi yang ada pada dirinya, yaitu kompetensi pribadi, kompetensi profesional, dan kompetensi kemasyarakatan. Kompetensi pribadi adalah sikap guru berjiwa pancasila yang mengutamakan budaya bangsa Indonesia, yang rela berkorban bagi kelestarian bangsa dan negaranya. Kompetensi profesional adalah penguasaan akademik yang diajarkan dan terpadu dengan kemampuan mengajarnya sekaligus sehingga guru itu memiliki wibawa akademis. Sementara itu, kompetensi kemasyarakatan (sosial) adalah kemampuan yang berhubungan dengan bentuk partisipasi sosial seorang guru dalam kehidupan sehari-hari masyarakat tempat ia bekerja, baik formal maupun informal. Guru yang dapat mengembangkan ketiga aspek kompetensi dalam dirinya dengan baik, maka ia tidak hanya memperoleh keberhasilan tetapi juga akan memperoleh kepuasan atas profesi yang dipilihnya.
Kompetensi yang dimiliki guru dalam melaksanakan profesinya, selain menguasai teknik dan strategi dalam kegiatan pembelajaran juga harus menguasai seperangkat kemampuan (competency) yang beraneka ragam. Jenis-jenis kompetensi menurut Usman(2004:15) dibagi menjadi 2 yaitu: Kompetensi Pribadi  
1. Kompetensi Pribadi
  • Mengembangkan kepribadian yaitu: bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berperan dalam masyarakat sebagai warga negara yang berjiwa Pancasila, mengembangkan sifat-sifat terpuji yang dipersyaratkan bagi jabatan guru.
  • Berinteraksi dan berkomunikasi, yaitu: berinteraksi dengan teman sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesional, berinteraksi dengan masyarakat untuk penuaian misi pendidikan.
  • Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan, yaitu: membimbing siswa yang mengalami kesulitan belajar, membimbing siswa yang berkelainan dan berbakat khusus.
  • Melaksanakan administrasi sekolah, yaitu: mengenal pengadministrasian sekolah, melaksanakan kegiatan pengadministrasian sekolah.
2. Kompetensi Profesional
  • Menguasai landasan kependidikan, seperti: mengenal tujuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, mengenal fungsi sekolah dalam masyarakat, dan mengenal prinsip-prinsip psikologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.
  • Menguasai bahan pembelajaran, seperti: menguasai materi pembelajaran, kurikulum pembelajaran sesuai jurusan.
  • Menyusun progam pengajaran, seperti: menetapkan tujuan, memilih dan mengembangkan bahan pembelajaran, memilih dan mengembangkan media pembelajaran, memilih dan mengembangkan sumber belajar.
  • Melaksanakan progam pengajaran, yaitu: menciptakan iklim pembelajaran yang tepat, mengatur ruangan belajar, dan mengelola interaksi belajar mengajar.
  • Menilai hasil dan proses pembelajarn yang telah dilaksanakan, yaitu: menilai prestasi siswa untuk kepentingan pembelajaran, dan menilai proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Sementara Sudjana (1998:18) telah membagi kompetensi guru dalam tiga jenis antara lain:
  • Kompetensi Kognitif, artinya kemampuan bidang intelektual seperti penguasaan mata pelajaran, pemgetahuan tentang mata pelajaran, pengetahuan mengenai cara belajar, pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku individu, pengetahuan tentang administrasi kelas, pengetahuan tentang cara menilai hasil belajar siswa, dan pengetahuan tentang kemasyarakan serta pengetahuan umum lainnya.
  • Kompetensi Sikap, artinya kesiapan dan kesediaan guru terhadap berbagai hal berkenaan dengan tugas dan profesinya. Misalnya, sikap menghargai pekerjaannya, mencintai dan memiliki perasaan senang terhadap mata pelajaran yang dibinanya, sikap toleransi terhadap teman seprofesinya, dan memiliki kemauan yang keras untuk meningkatkan hasil pekerjaannya.
  • Kompetensi Perilaku/performance, artinya kemampuan guru dalam berbagai ketrampilan mengajar, membimbing, menilai, menggunakan alat bantu pengajaran, bergaul dan berkomunikasi dengan siswa, ketrampilan menumbuhkan semangat belajar para siswa, ketrampilan menyusun persiapan/perancanaan mengajar, ketrampilan melaksanakan administrasi kelas, dan lain-lain.
Sehubungan dengan hal itu, Proyek Pengembangan Pendidikan Guru (dalam Arikunto,2002) menjabarkan sepuluh kompetensi yaitu: 
  1. Kemampuan menguasai landasan-landasan kependidikan
  2. Kemampuan menguasai bahan pelajaran yang akan disajikan
  3. Kemampuan mengelola program belajar mengajar
  4. Kemampuan mengelola kelas  
  5. Kemampuan mengelola interaksi belajar mengajar
  6. Kemampuan menggunakan media/sumber belajar
  7. Kemampuan menilai hasil belajar (prestasi siswa)
  8. Kemampuan mengenal fungsi dan program layanan bimbingan dan penyuluhan.
  9. Kemampuan mengenal dan menyelenggarakan administrasi pendidikan
  10. Kemampuan memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan mengajar.

Friday, May 17, 2013

Agenda MI Ma'arif NU Karangnangka

Agenda MI Ma'arif NU Karangnangka
A. Agenda Harian
  1. Memeriksa Daftar Hadir Guru
  2. Mengamati dan  Memeriksa K9 dan Lingkungan
  3. Menyiapkan Perangkat Pembelajaran
  4. Melaksanakan KBM
  5. Melaksanakan Bimbingan Siswa
B. Agenda Mingguan
  1. Melaksanakan Upacara Bendera
  2. Memeriksa Agenda Surat
  3. Memeriksa Keuangan Madrasah
  4. Memeriksa Kegiatan Siswa
C. Agenda Bulanan dan Tahunan
  1. Evaluasi Kegiatan Belajar
  2. Mengadakan Rapat
  3. Menyiapkan Agenda Kegiatan
  4. Menyiapkan Lapor Bulan
  5. Menyiapkan Kegiatan PSB
  6. Mengikuti Kegiatan Kedinasan
  7. Mengirimkan Kontingen Sekolah Untuk Mengikuti Lomba
  8. Evalusi Sekolah
mimanukarangnangkabms.blogspot.com mimanukarangnangkabms.com