Grup Kenthong MIMA NU Karangnangka

MI Ma'arif NU Karangnangka Sedang memeriahkan acara di desa karangnangka. MI Ma'arif NU Karangnangka mempunyai grup kentongan Panji Laras kami bersyukur karena dapat ikut serta dalam acara-acara yang diadakan didesa.

Lomba Siswa KKMI Kec. Kedungbanteng

Foto Ketua KKMI berfoto bersama para pemenang lomba siswa bidang seni. MI Ma'arif NU Karangnangka sebagai tuan rumah mendapatkan beberapa juara diataranya MTQ, Murotal, Pidato B. Arab. Acara ini berlangsung selama satu hari.

Senam Pagi

Setiap hari sabtu siswa-siswi beserta guru melakukan senam bersama. hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan peserta didik agar badan dan otot-otot tubuh tidak kaku. juga meningkatkan kecintaan siswa kepada olah raga.

Rapat Dewan Guru dan Komite

Dewan Guru dan Komite MI Ma'arif NU Karangnangka sedang melakukan rapat dalam rangka evaluasi kegiatan madrasah dan membahas agenda Madrasah ke depan

Kegiatan Pramuka

Dalam rangka mengisi waktu setelah melaksanakan ulangah akhir semester gasal. MI Ma'arif NU Karangnangka mengadakan persami untuk refresing. kegiatan ini walaupun sederhana akan tetapi mempunyai nilai pendidikan dan pembelajaran yang tinggi.

Wednesday, April 23, 2014

Aliran-Aliran Dalam Pendidikan

Aliran-Aliran Dalam Pendidikan. Dalam dunia pendidikan kita mengenal tiga macam aliran pendidikan yaitu aliran nativisme, aliran empirisme, dan aliran convergensi. aliran pendidikan penting kita ketahui karena aliran-aliran pendidikan ini membahas bagaimana pengaruh gen atau keluarga, pengaruh lingkungan bagi perkembagan anak didik dalam pembelajaran. Mari kita bahas aliran-aliran pendidikan tersebut.
  1. Aliran nativisme yang dipelopori oleh Schopenhauer. Beliau mengatakan bahwa bakat mempunyai peranan yang penting. Tidak ada gunanya orang mendidik kalau bakat anak memang jelek. Sehingga pendidikan diumpamakan "merubah emas menjadi perak" jadi suatu hal yang tidak mungkin. Kalimat tersebut mungkin masih sulit dipahami, maksudnya aliran nativisme ini berpendapat bahwa faktor genetik yang diwariskan oleh orang tua baik barupa bakat, sifat, atau kemampuan menjadi faktor penentu keberhasilan dalam pendidikan. Seseorang akan mudah diarahkan atau dididik apabila dia telah mewarisi perlaku baik, seseorang akan mudah diajar musik misalnya apabila dia telah memiliki bakat bermain musik karena orang tuanya seorang musisi dan sebaliknya seseorang akan sulit diajar musik misalkan apabila dia tidak punya bakat musik yang diwariskan oleh orang tua. Singkatnya pengaruh keluarga dalam proses pendidikan sangat penting.
  2. Aliran empirisme yang dipelopori oleh John Locke. Beliau mengatakan bahwa pendidikan itu perlu sekali. Teori ini terkenal dengan teori tabularasa. yang artinya anak lahir diumpamakan sebagai kertas putih bersih dan tergantung kepada yang menulis, siapa yang menulis? tentu saja pendidik. Jadi anak akan dijadikan apa saja tergantung daripada pendidiknya. Disini kelihatan betapa pentingnya pendidikan itu. Lebih lanjut saya ulas bahwa, aliran empirisme ini mencoba mengungkapkan seseorang bisa dirubah melalui pendidikan, bagaimanapun latar belakang seseorang itu asal mendapatkan pengarahan dan pendidikan yang baik, maka anak itu bisa menjadi baik, aliran ini juga mencoba menjelaskan bahwa pengaruh lingkungan sangat berpengaruh bagi perkembangan kedewasaan seseorang, dia akan menjadi baik manakala lingkungan sekitarnya baik, atau dia akan menjadi buruk manakala lingkungan sekitarnya buruk. Jadi aliran ini beranggapan bahwa bukan faktor genetik atau keturunan yang berpengaruh pada pendidikan seseorang akan tetapi faktor lingkungan.
  3. Aliran convergensi yang dipelopori oleh Wiliam Stern. Aliran ini mengakui kedua duanya pendidikan itu perlu sekali, tetapi semua ini terbatas karena bakat daripada anak didik. Aliran ini mencoba menggabungkan dua aliran diatas yaitu aliran nativisme dan aliran empirisme. sehingga dapat disimpulkan aliran convergensi beranggapan bahwa manusia dalam proses pendidikan dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor genetic dan faktor lingkungan. Bakat atau keterampilan seseorang tidak akan berkembang tanpa adanya proses pendidikan atau lingkungan yang mendukung, begitu pula manusia akan lambat untuk menyerap suatu keterampilan apabila dia memang tidak mempunyai bakat.

Friday, April 4, 2014

Pengertian Media Pembelajaran Menurut Para Ahli

Pengertian Media Pembelajaran Menurut Para Ahli. Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.
Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.

Posisi media pembelajaran. Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran
Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Menurut Edgar Dale, dalam dunia pendidikan, penggunaan media pembelajaran seringkali menggunakan prinsip Kerucut Pengalaman, yang membutuhkan media seperti buku teks, bahan belajar yang dibuat oleh guru dan “audio-visual”.
Ada beberapa jenis media pembelajaran, diantaranya :
  1. Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
  2. Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
  3. Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
  4. Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
Pada hakikatnya bukan media pembelajaran itu sendiri yang  menentukan hasil  belajar. Ternyata keberhasilan menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar tergantung pada (1) isi pesan, (2) cara menjelaskan pesan, dan (3) karakteristik penerima pesan. Dengan demikian dalam memilih dan menggunakan media, perlu diperhatikan  ketiga faktor tersebut. Apabila ketiga faktor tersebut mampu disampaikan dalam media pembelajaran tentunya akan memberikan hasil yang maksimal.
Tujuan menggunakan media pembelajaran :
Ada beberapa tujuan menggunakan media pembelajaran, diantaranya yaitu :
-          mempermudah proses belajar-mengajar
-          meningkatkan efisiensi belajar-mengajar
-          menjaga relevansi dengan tujuan belajar
-          membantu konsentrasi mahasiswa
-          Menurut Gagne : Komponen sumber belajar yang dapat merangsang siswa untuk belajar
-          Menurut Briggs : Wahana fisik yang mengandung materi instruksional
-          Menurut Schramm : Teknologi pembawa informasi atau pesan instruksional
-          Menurut Y. Miarso : Segala sesuatu yang dapat merangsang proses belajar siswa
Tidak diragukan lagi bahwa semua media itu perlu dalam pembelajaran. Kalau sampai hari ini masih ada guru yang belum menggunakan media, itu hanya perlu satu hal yaitu perubahan sikap. Dalam memilih media pembelajaran, perlu disesuaikan dengan kebutuhan, situasi dan kondisi masing-masing. Dengan perkataan lain, media yang terbaik adalah media yang ada. Terserah kepada guru bagaimana ia dapat mengembangkannya secara tepat  dilihat dari isi, penjelasan pesan dan karakteristik siswa untuk menentukan media pembelajaran tersebut.

Berita Kesejahteraan Guru Tahun 2014

Berita Kesejahteraan Guru Tahun 2014. Menelaah Kebijakan Pemerintah tentang kesejahteraan guru. Dunia pendidikan saat ini boleh dikatakan sedang menjadi anak emas, berbagai jenis bantuan dari pemerintah untuk dunia pendidikan terutama BOS, BSM, BOS Damping, dan yang lainnya sangat membantu lembaga pendidikan khususnya bagi swasta untuk terus menjalankan operasional sehari-hari demi kelangsungan proses pendidikan. Tak cuma itu pemerintah juga mulai memperhatikan nasib guru dengan memberikan tunjangan bagi guru sertifikasi yang gajinya sama atau disamakan dengan Guru PNS, guru wiyata bakti juga mendapat tunjangan fungsional setahun mendapatkan 3 juta rupiah, dan diberikan dua semeter setiap semester mendapatkan 1 juta 5 ratus ribu rupiah. Pemerintah sekarang juga sangat memperhatikan anak-anak sekolah, dengan memberikan bantuan-bantuan yang berbagai macam, hal itu membuat sekolah menjadi lega, karena tanpa diimbangi seperti itu sekolah akan kebingungan dalam menyediakan keperluan anak-anak didiknya. Kita patut berterima kasih kepada pemerintah. Maka apabila seorang siswa yang tidak mau belajar dengan rajin, membolos, atau tidak mau sekolah sangat mengecewakan pemerintah.

Dibalik itu semua, Nasib guru honor semakin memprihatinkan, memang pemerintah baru-baru ini mengadakan tes CPNS baik yang umum maupun yang tenaga honorer tertinggal K2, namun dibalik itu masih banyak guru-guru wiyata bakti yang bekerja dengan keras, semangat, akan tetapi gajinya masih dibawah "garis kemiskinan". Hal ini disebabkan ada mohon maaf Guru yang sudah PNS juga Sertifikasi sehingga gajinya dobel, ada pula yang sudah sertifikasi juga mendapatkan tunjangan fungsional. Dampaknya guru yang seharusnya mendapatkan sertifikasi atau PNS menjagi tidak, Guru yang seharusnya mendapatkan tunjangan fungsional menjadi tidak. Memang sih Pemerintah memperhatikan nasib guru tapi itu untuk siapa?? apakah guru wiyata bakti?

Rata-rata guru wiyata bakti berpenghasilan 70- 600 ribu per bulan paling banyak 200-300 per bulan, sedangkan beban kerja dan tuntutan sama dengan guru yang sudah PNS maupun sertifikasi,kadang-kadang guru wiyata bakti tergilas pula dengan Tes CPNS. sedangkan antara kuota dengan jumlah pelamar atau pendaftar berbanding 1 : 1000, belum lagi ada permainan di situ,.

Coba pemerintah mulai menyumbangkan pikirannya untuk guru wiyata bakti, apabila guru yang PNS tidak gaji mendapatkan sertifikasi juga atau mungkin hanya berapa persen gaji atau bagaimana pemerintah labih tahu itu, Maka anggaran itu mungkin sedikit bisa untuk mengobati keterpurukan guru wiyata bakti, atau ada UMK atau UMR bagi guru wiyata bakti, kadang miris juga guru yang mencetak anak bangsa berpendidikan minimal S1 kalah dengan penghasilan orang yang kerja di perusahaan atau toko yang pendidikan SMA minimal, atau kalah dengan sopir. saya si tidak menuntut PNS tapi ya mungkin bisa kali gaji guru di UMK kan, sehingga menjadi pencerah bagi para guru wiyata bakti.

Walaupun Saya belum PNS, Belum Sertifikasi, Belum mendapatkan Tunjangan fungsional padahal saya sudah 2,5 tahun mengabdi dengan gaji dibawah 300 ribu, tapi saya tetap mengerjakan tugas mengajar dengan disiplin, berangkat pagi, bahkan tidur disekolah, pagi-pagi beres-beres, nyapu kantor, nyapu koridor, jam 7 mulai ngajar sampai jam pelajaran selesai, dapat tugas tambahan lagi jadi operator sekolah, yang ngurusi pendataan gituuh, terus ada lagi ngajar pramuka,,kalau hari sabtu. pikir saya eeeeh mbok ada malaikat menjatuhkan berkah sesuatu gitu padaku kelak.

Permasalahan Lain kenapa kok guru wiyata bakti jumlahnya lebih banyak sekarang dibandingkan dengan guru PNS atau sertifikasi, apa karena jumlah sekolah yang tetap sedangkan jumlah lulusan dari pendidikan semakin banyak? atau guru-guru yang bukan jalur pendidikan turut andil menjadi guru?sehingga pemerintah tidak kuasa menampung seluruhnya untuk mensejahterakan guru? ya itu persoalan yang menjadi PR kita bersama.
mimanukarangnangkabms.blogspot.com mimanukarangnangkabms.com